[TRADING SAHAM] I AM MOVING…

Hello Traders,

Mulai hari ini, saya akan pindah ke “rumah baru” :

https://tradercuantastic.com

Semua hal yang berhubungan dengan aktivitas dagang dan investasi saham, akan saya bagikan di website tersebut.

Sedangkan rumah lama ini akan tetap saya pakai, namun lebih ke hal yang sifatnya personal.

Terima kasih untuk pengertiannya.

Salam CUANtastic!

[TRADING SAHAM] JURNAL TRADING/INVESTING DAN CARA MENGHITUNG KINERJA NAV YTD (Part-2)

Hello Traders,

Setelah lancar menerapkan MONEY MANAGEMENT dalam setiap transaksi saham anda, seperti yang telah dijalaskan pada artikel sebelumnya, klik disini. Langkah berikutnya adalah mendokumentasikan/mencatat semua transaksi harian/mingguan/bulanan saham anda pada sebuah JURNAL TRADING/INVESTING.

Pertanyaan yang sering saya tanyakan dan dengar seputar JURNAL TRADING/INVESTASI :

  1. Mengapa seorang trader/investor perlu mencatat setiap transaksi harian/minggu bulanan saham pada JURNAL TRADING/INVESTING ?
  2. Bagaimana cara mencatat setiap transaksi harian/mingguan/bulanan saham anda pada sebuah JURNAL TRADING/INVESTING ?
  3. Bagaimana cara menghitung kinerja TRADING/INVESTING saya selama kurun waktu tertentu, maupun kinerja dari awal tahun sampai sekarang/YTD (Year to Date)?

Dan, berdasarkan pengalaman berkecimpung selama 5 tahun terakhir di bursa saham Indonesia, paling tidak inilah jawaban yang akan saya berikan :

  1. Sebuah BISNIS yang SEHAT harus didukung dengan LAPORAN KEUANGAN yang SEHAT & TRANSPARAN pula. Nah, jika Anda memperlakukan kegiatan trading/investing ini sebagai BISNIS, maka anda berkewajiban untuk membuat LAPORAN KEUANGAN dalam hal ini JURNAL TRADING/INVESTING dari setiap kegiatan beli dan atau jual saham anda.
  2. Nah, pada artikel kali ini secara khusus akan saya bahas tentang cara mencatat setiap transaksi harian/mingguan/bulanan atas saham yang dibeli/dijual dalam sebuah bentuk JURNAL TRADING/INVESTING.
  3. Thus, trader/investor yang memiliki catatan JURNAL TRADING/INVESTING yang BAIK, akan dengan mudah mengetahui kinerja/performa TRADING/INVESTING yang dilakukannya, serta dapat membandingkan dengan kinerja benchmark (misal : IHSG atau ISII), atau bahkan dengan rekan-rekan sesama trader/investor, bahkan mentor berbayar sekalipun.
  4. So, don’t worry jika ada orang awam bertanya pada Anda, “Boz, dagang/invest saham gituan, bisa CUAN berapa sih sebulan/setahun?”. Tunjukkan saja padanya, “Nih kinerja trading/investasi saham gue, bisa CUAN (misal) 50% dalam setahun. Ini laporan keuangan trading/investing gue, kalo pengen dicek.

Nah, berikutnya, langsung saja kita praktekkan cara membuat JURNAL TRADING/INVESTING yang BAIK dan BENAR ya guys…

Bagi Anda yang sudah familiar dengan kegiatan jual beli saham, pada menu platform online trading anda, silakan dicek pada bagian PORTFOLIO. Kita akan mulai membuat JURNAL TRADING/INVESTING dari sana. Are you ready ?!

Case Study : Berikut adalah portfolio seorang investor saham, dengan modal awal 10 juta. Anggap saja, portfolio ini dicek pada tanggal 08-Juni-2018, sebelum bursa libur panjang. Klik gambar di bawah ini untuk memperbesar :

Gambar 1. Contoh Portfolio Investor Saham per tgl 08-Juni-2018

Secara praktis, saya akan membagi pencatatan JURNAL TRADING/INVESTING ke dalam 4 (empat) bagian, sebagai berikut :

A. MONEY MANAGEMENT/RISK MANAGEMENT

Bagian pertama ini memuat resiko kehilangan modal yang dapat ditanggung seorang trader/investor dalam durasi 1 (satu) bulan, serta sisa modal yang dimiliki, jika semua posisi yang dimilikinya berakhir dengan JUAL RUGI/LOSE.

Pada artikel sebelumnya, tentang MONEY MANAGEMENT, telah dibahas tentang Ikhlas Rugi dalam Sebulan (RPM/Risk Per Month), serta Ikhlas Rugi dalam Sekali Transaksi (RPT/Risk Per Trade) klik disini. Nah, sekarang kita akan praktekkan bersama, misal dengan modal 10jt, nilai RPM = 10% x modal, dan nilai RPT = 0.25% x modal, maka tabel Money Management nya adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Perhitungan RPM, RPT, serta Case Buy INDR

Selanjutnya bisa dipraktekkan MONEY MANAGEMENT dengan membuat excel file sederhana seperti contoh di atas.

B. PORTFOLIO SAHAM (TRANSAKSI SAHAM YANG MASIH DIPEGANG/ON HAND)

Pada bagian kedua ini, Anda tinggal menyalin apa yang ada di menu PORTFOLIO Onlie Trading anda. Data yang diperlukan berupa : Kode Saham/Emiten, Jumlah LOT yang dibeli, Harga Average, Harga Stop Lose/Trailing Stop, Harga Terakhir (Last Price), Harga Jika SL/TS tersentuh, Harga jika saham dijual pada Last Price, serta RPT yang dipakai.

Informasi-informasi di bagian kedua ini, dapat Anda buat dalam sebuah file excel sederhana, seperti di bawah ini (klik untuk memperbesar) :

Gambar 3. Bagian I dan II : Jurnal Trading/Investing

Bagian A memuat semua hal yang anda perlukan seputar MONEY MANAGEMENT, yaitu : Modal Awal (A1), Ikhlas Rugi dalam sebulan/RPM (A2), Sisa Modal jika Lose sesuai toleransi (A3), Jumlah Rupiah Ikhlas Rugi dalam sebulan (A4), Estimasi jumlah Lose jika semua emiten kena Stop Lose/Trailing Stop (A5), Posisi Equity (Modal) dengan estimasi jika semua emiten kena Cut Lose (A6), Posisi Equity (Modal) dengan Last Price (A7), Realisasi Modal Akhir (A8).

Sedangkan Bagian B memuat semua hal yang berhubungan seputar data emiten yang ada di PORTFOLIO (B1-B4), Jumlah Rupiah jika semua emiten terkena SL/TS (B5), Jumlah Rupiah jika semua emiten dijual pada LAST PRICE (B6).

C. TRANSAKSI SAHAM YANG SUDAH TERJUAL, termasuk didalamnya DEVIDEN dan atau PENALTI/BUNGA MARGIN (jika ada)

Bagian C ini memuat semua hal yang berhubungan seputar data emiten yang terjual, maupun pemasukan berupa DEVIDEN, dan atau pengeluaran berupa PENALTI/BUNGA MARGIN (jika ada).

Misal pada tanggal 21-Juni-2018, saham PRAS terjual pada harga Stop Lose 190, sehingga mengakibatkan Lose/Rugi sebesar – 318,612 Rupiah. Maka informasi tersebut, harus dicatat dalam bagian C. Lalu, misal pada hari yang sama, Anda memperoleh DEVIDEN dari saham INDR sebesar 100,000 Rupiah, maka informasi ini juga harus dimasukkan pada bagian C (kolom DEVIDEN). Next, misal pada hari yang sama, Anda harus membayar Penalti/Biaya Bursa sebesar -33,000 Rupiah, maka informasi ini juga harus dimasukkan pada bagian C (kolom PENALTI/BUNGA MARGIN).

Setelah semua informasi saham yang terjual di bagian ketiga ini, Anda dapat membuat sebuah file excel sederhana, seperti di bawah ini (klik untuk memperbesar) :

Gambar 4. Bagian III : Saham yang Terjual, Penerimaan Deviden, Pengeluaran Penalti/Bunga Margin

D. PERHITUNGAN KINERJA TRADING/INVESTING SECARA BULANAN dan atau TAHUNAN (YTD/YEAR to DATE)

Banyak trader/investor yang bertanya-tanya, “Bagaimana cara menghitung kinerja trading/investing secara bulanan maupun dari awal tahun s/d sekarang (YTD/Year to Date)?”

Berikut ini cara yang digunakan oleh para Fund Manager Reksadana dalam menghitung kinerja investasi mereka, yaitu menggunakan satuan yang berupa NAV (Net Asset Value) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih). Berikut adalah langkah-langkah menghitung kinerja trading dengan metode NAV/NAB :

  1. Hitung Jumlah Unit Penyertaaan (UP) = Modal(Equity):IHSG akhir tahun, misal tgl 29-Des-2017 (misal modal 10jt : 6356 = 1573.31)
  2. My NAV Awal=IHSG akhir tahun (yaitu : 6356).
  3. My NAV YTD(%) = {(Modal:UP):My NAV Awal*100}. Misal posisi tgl 08-Juni, equity jd 24,992,404 Rupiah, maka hitungannya menjadi : {(24,992,404 : 1573.31):6356*100} = +149.92%
  4. Untuk perhitungan NAV bulanan, Anda dapat menggunakan benchmark pada posisi NAV akhir bulan sebelumnya. Misal untuk kinerja NAV bulan Juni 2018, maka menggunakan benchmark NAV tanggal 31-Mei 2018.
  5. Sehingga perhitungan My NAV 08-Juni 2018 (%) = {(My NAV tgl 08 Juni dikurangi My NAV tgl 31-May) dibagi My NAV tgl 31-may dikali 100} = (15,885.17 – 15,826.44) / 15,826.44 *100% = +0.37%

So, yang Anda butuhkan adalah data IHSG tgl 29-Des 2017 yaitu 6356, kemudian menghitung nilai Unit Penyertaan Anda (dengan Rumus = Modal dibagi Nilai IHSG 29-Des 2017), setelah itu Anda dapat mulai menghitung kinerja trading/investing baik secara bulanan maupun YTD/Year to Date. Anda dapat membuat sebuah file excel sederhana, seperti di bawah ini (klik untuk memperbesar) :

Gambar 5. Bagian IV : Cara Menghitung Kinerja Trading/Investing secara Bulanan maupun YTD (Year to Date)

Saya cukup maklum, bahwa pada awalnya seorang trader/investor cukup malas untuk mengisi jurnal trading/investing ini, meski sudah ada template/master excel filenya sekalipun. Namun, jika sudah menjadi habit, maka mengisi dan mengupdate jurnal trading/investing ini akan terasa sangat mudah, tidak sampai 15 menit. Di samping itu manfaat yang penulis rasakan setelah menerapkan pencatatan teratur terhadap semua transaksi beli dan jual saham adalah :

  1. Bisa mengawasi/monitor kinerja trading/investing,
  2. Bisa membandingkan kinerja trading/investing terhadap benchmark,
  3. Tidak menebak-nebak lagi, dalam artian jika profit maka jelas profitnya berapa, namun jika lose juga jelas lose nya berapa, dan modal yang tersisa masih berapa,
  4. Bisa melakukan evaluasi terhadap transaksi-transaksi yang kurang berkualitas (misal GATAL TANGAN tanpa TRADING PLAN yang JELAS),
  5. Semakin menghargai MODAL/EQUITY, karena bagaimanapun juga tujuan trading/investing adalah untuk MELINDUNGI MODAL/EQUITY, dan MERAIH PERTUMBUHAN MODAL/EQUITY secara KONSISTEN dari waktu ke waktu.

Demikian aplikasi JURNAL TRADING/INVESTING, serta Cara Perhitungan Kinerja Trading/Investing baik secara Bulanan maupun YTD (Year to Date) dalam kegiatan trading/investing sehari-hari.

Jika Mindset Anda sudah tertanam bahwa TRADING/INVESTASI adalah sebuah BISNIS, maka rasa malas sekalipun TIDAK akan membuat Anda lupa untuk mengisi Jurnal Trading/Investing ini, karena disiplin dan setia dalam hal-hal yang kecil seperti Jurnal Trading/Investing ini, akan membuat Anda semakin menghargai Modal dan Waktu yang Anda miliki!

Salam Profit konsisten!

[TRADING SAHAM] MONEY MANAGEMENT (Part-1)

Hello Traders,

Salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang trader dan atau investor adalah MONEY MANAGEMENT. Karena Trading itu sendiri pada dasarnya adalah BISNIS, dan kalau sudah menyangkut UANG, maka seperti layaknya mengelola keuangan sebuah perusahaan, maka mengelola keuangan/portofolio seorang trader adalah WAJIB hukumnya.

Mentor saya selalu berpesan : Jika mau AWET dan SURVIVE dalam sebuah BISNIS, termasuk TRADING sekalipun, maka yang wajib hukumnya untuk menerapkan yang namanya MONEY MANAGEMENT”.

Pertanyaan yang sering saya tanyakan dan dengar seputar MONEY MANAGEMENT :

  1. Mengapa seorang trader/investor perlu menguasai dan menggunakan MONEY MANAGEMENT ?
  2. Bagaimana cara menerapkan MONEY MANAGEMENT ini dalam kegiatan trading/investasi ?

Dan, berdasarkan pengalaman berkecimpung selama 5 tahun terakhir di bursa saham Indonesia, paling tidak inilah jawaban yang akan saya berikan :

  1. Seorang trader/investor pasti memiliki GOAL untuk pertumbuhan equity/modal, dengan cara memperoleh keuntungan, dan membatasi kerugian.
  2. Nah, karena tujuan untuk menumbuhkan equity/modal seperti point no.1 di atas, maka seorang trader/investor WAJIB HUKUMNYA untuk melindungi MODAL/EQUITY nya. masih ingat prinsip investasi Opa Warren Buffet? : “Never lose money!” (Jangan pernah kehilangan MODAL). So, masuk akal bukan?!
  3. Sekarang, bagaimana caranya kita melindungi MODAL/EQUITY dan menerapkan MONEY MANAGEMENT dalam kegiatan trading/investasi ?

Secara prinsip, setidaknya ada 2 cara yang cukup AMPUH MONEY MANAGEMENT, yang telah saya terapkan selama 2 tahun mengikuti TC (Trading Class) :

  1. Menetapkan Batas Maksimal Nilai Uang yang kita Ikhlaskan dalam 1 (satu) bulan TRADING. Kita sebut saja sebagai RPM (Risk Per Month). Berapa nilainya? Berdasarkan DATA, seorang trader disarankan untuk max.lose dalam satu bulan sebesar 6-10%? Mengapa? Karena jika sampai terjadi lose, misal 6%, maka diperlukan profit sebesar +6.38% untuk bisa balik modal (BEP/Break Even Point). Sedangkan, misal lose sampai 10%, maka perlu profit +11.11% agar bisa balik modal. Yang mana rasio dari lose:profit, masih sekitar 1:1, which is still make sense/achieveable. Namun, jika kita “nekat” sampai lose lebih dari 10% x modal dalam sebulan, maka akan sangat berat untuk bisa balik modal! Tabel di bawah ini menggambarkan Jumlah lose, jumlah modal tersisa, dan profit yang diperlukan agar bisa balik modal :

    Tabel 1. Jumlah Modal, Sisa Modal, Profit untuk balik modal/ BEP (dalam %)

    2.  Menetapkan Batas Maksimal Nilai Uang yang kita Ikhlaskan dalam 1 (satu) kali TRANSAKSI. Kita sebut saja sebagai RPT (Risk Per Trade). Berapa nilainya? Secara prinsip, tidak ada patokan berapa nilainya, karena tergantung batas/level keikhlasan kita. Tapi secara praktis, biasanya saya tetapkan nilai RPT sebesar 0.5% x Modal (Equity).

Nah, bagaimana aplikasi RPM dan RPT ini dalam kegiatan Trading/Investasi : Langsung saja kita praktekkan ya : Misal Modal/Equity TRADING kita = 100 JUTA RUPIAH. Maka Nilai :

  1. Max. Ikhlas Rugi dalam Sebulan (RPM) = 10% x 100 juta = 10 juta. Sisa Modal jika RPM kena adalah 90 Juta. Jika sampai hal ini terjadi, maka seorang trader HARUS STOP TRADING BUY (kena hukuman) sampai akhir bulan, namun posisi yang sudah dimiliki tetap dipasang Stop Lose/Trailing Stop.
  2. Max. Ikhlas Rugi dalam Satu kali transaksi (RPT) = 0.5% x 100 juta = 500 ribu. Nilai RPT ini pada akhirnya akan digunakan untuk menghitung nilai maksimal jumlah LOT saham yang BOLEH dibeli.
  3. Berikut aplikasi RPT dalam kegiatan Trading sehari-hari : Misal, kita ingin membeli saham SIDO di harga 1000, dan sudah menetapkan harga Stop Lose /proteksi yaitu 900. Dengan nilai ikhlas rugi/RPT  yang sudah dihitung pada point no.2, yaitu sebesar 500 ribu, maka jumlah max LOT yang boleh dibeli adalah : RPT : (Harga Beli-Harga SL) : 100 lembar = 500.000 : (1000-900) : 100 = 50 LOT.
  4. Nilai RPM dan RPT ini dapat kita formulasikan dalam bentuk file excel sederhana misal pada Tabel 2 di bawah, sehingga kita dapat mendokumentasikan semua transaksi yang dilakukan sehari-hari, dan mempertanggungjawabkan kinerja Trading kita selama sebulan, maupun kinerja YTD (Year to Date). Seperti yang sudah rutin lakukan setiap bulannya, lihat di sini

    Tabel 2. Aplikasi Money Management, yaitu perhitungan RPM, RPT, dan Max. LOT BUY

    .

Demikian aplikasi MONEY MANAGEMENT dalam kegiatan trading sehari-hari.

Salam Profit konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity MEI 2018 : +43.20% vs IHSG -5.85%

Hello Traders,

Bulan Mei 2018 ini kinerja penulis out performed terhadap kinerja IHSG.  Setelah cukup defensif selama bulan April yang lalu, penulis kembali menerapkan strategi offensive/menyerang di bulan Mei ini , dan mengembalikan RPT (ikhlas rugi dalam satu kali entry buy) yaitu 0.5-0.6%dari equity (modal), dan mengambil kesempatan untuk BOW (Buy on Weakness sebanyak 3x (BBNI, ASII, PWON) yang sukses menyelamatkan equity penulis dari drawdown yang terjadi di sepanjang bulan Mei ini. Penulis menutup kinerja trading bulan Mei ini “out performed” yaitu sebesar +18.3% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -5.85% .

Dengan penulis setia pada sistem trading Trend follower dan KEMBALI mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), serta mengembalikan RPT, dan disiplin menjaga RPM, maka penulis selamat dari drawdown yang dialami sebagian besar trader di bulan Mei ini. 

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 31-Mei-2018:

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan Mei 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Mei 2018:

Performa Top 18 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Mei 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Mei 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Mei 2018

Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan Mei 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 31 Mei 2018 (+43.20%) sudah dapat mengungguli kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+39.26%).

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis kembali berhasil mengalahkan kinerja GS PRO, yaitu penulis (+43.20%) vs GS PRO (+xx.xx%).  Sayangnya, GS PRO belum merilis kinerja trading bulan Mei 2018.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 31-Mei-2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentase floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 31-Mei-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Mei 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan Mei 2018

Bulain Mei ini, penulis berhasil finish di posisi 20 klasemen bulanan. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis masih bertahan di “Premier League” dan menduduki peringkat ke-15 dari 77 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan 🙂

Persaingan di Top 10 rangking TC League makin keras saja. Terbukti ada member TC yang kinerja dalam sebulan saja sudah +50%, dan kinerja YTD sudah hampir tembus +200% hanya dalam 5 bulan! Luarrr biasa 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown cukup dalam di bulan Maret, yang telah diperbaiki di bulan Mei ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) telah diupdate dengan Trailing Stop (TS RPM), yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) saat IHSG mulai drawdown (pertengahan-akhir April 2018) dikembalikan menjadi 0.5-0.6%*equity untuk setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (KEMBALI) disiplin dan (KEMBALI) taat pada sistem saja, kinerja penulis langsung membaik menjadi  +18.30% dalam sebulan, dan kinerja YTD kembali kinclong sehingga penulis kembali masuk ke Premier League dan finish di posisi 15 klasemen YTD 😀

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Juli 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Juni ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity APR 2018 : +21.05% vs IHSG -5.68%

Hello Traders,

Bulan April 2018 ini kinerja penulis out performed terhadap kinerja IHSG.  Setelah kasus BOW & kalkulasi nilai RPM (ikhlas rugi dalam sebulan) pada bulan Maret 2018 lalu, lihat disini, yang mengakibatkan kinerja penulis anjlok sampai -19.2% dalam sebulan. Bulan April 2018, penulis fokus pada system trading Trend Follower saja, serta mengurangi RPT (ikhlas rugi dalam satu kali entry buy) yaitu hanya 0.25% dari equity (modal), yang cukup sukses menyelamatkan equity penulis dari drawdown yang terjadi di pertengahan-akhir bulan April 2018 ini. Terbukti sampai minggu terakhir di bulan April 2018, saat IHSG mulai terkena drawdown yaitu 25-April 2018 kinerja penulis mampu survive sebesar +7.24% dibanding IHSG yang sudah mines -1.75%. Penulis menutup kinerja trading bulan April ini “out performed” yaitu sebesar +10.23% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -5.68% . Ternyata ada hikmah dibalik kejadian BOW&Kalkulasi RPM di bulan Maret lalu, yang bisa penulis perbaiki di bulan April ini. 

Dengan penulis setia pada sistem trading Trend follower dan TIDAK mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), serta mengurangi RPT, dan disiplin menjaga RPM, maka penulis selamat dari drawdown yang dialami sebagian besar trader di bulan April ini. 

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 30-April-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan April 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan April 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan April 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan April 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan April 2018

Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan April 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 30-April-2018 (+21.05%) sudah masuk 3 besar dalam rangking kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+28.43%).

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis kembali berhasil mengalahkan kinerja GS PRO, yaitu penulis (+21.05%) vs GS PRO (+20.80%).  Berikut link data kinerja GS PRO bulan April 2018. Klik disini.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 30-April-2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentase floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 30-April-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan April 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan April 2018

Setelah terhempas ke posisi 87 Monthly dari 91 orang yang kumpul raport bulan Maret 2018, penulis come back dan berhasil finish di posisi 9 klasemen bulan April 2018. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis kembali masuk ke “Premier League” dan menduduki peringkat ke-9 dari 89 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown cukup dalam di bulan Maret, yang telah diperbaiki di bulan April ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) telah diupdate dengan Trailing Stop (TS RPM), yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) saat IHSG mulai drawdown (pertengahan-akhir April 2018) dikecilkan menjadi 0.25%*equity untuk setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (KEMBALI) disiplin dan (KEMBALI) taat pada sistem saja, kinerja penulis langsung membaik menjadi  +10.23% dalam sebulan, dan kinerja YTD kembali kinclong sehingga penulis kembali masuk ke Premier League dan finish di posisi 9 klasemen YTD 😀

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Juni 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Mei ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity MAR 2018 : 9.82% vs IHSG -2.64%

Hello Traders,

Bulan Maret 2018 ini kinerja penulis under performed terhadap kinerja IHSG. Sampai tanggal 16-Maret, kinerja penulis sudah -6% dibanding IHSG -4.5%. Namun, saat penulis menerapkan sistem BOW (Buy on Weakness) pada beberapa saham bluechips yang sudah tertekan cukup dalam (-20% dalam 1 bulan terakhir), keadaan malah menjadi “blunder” dan mengakibatkan kinerja trading penulis bulan Maret 2018 terkena drawdown yang dalam yaitu -19.2% dibanding IHSG -6.2%. Disamping itu ada faktor kedua yang penulis kurang aware, yaitu mengenai Risk per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) yang sebesar 10% dari modal awal bulan, padahal posisi equity penulis awal bulan masih sempat floating profit yang lumayan.

Penulis menutup kinerja trading bulan Maret ini “under performed” yaitu sebesar -19.2% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -6.2% . Sebenarnya, jika penulis setia pada sistem trading Trend follower dan TIDAK mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), maka drawdown yang dialami penulis tidak akan sedalam saat ini, yaitu -10% lose, namun YTD masih +29.52%. Trend Follower system terbukti cukup efektif dalam mengantisipasi kondisi market yang kurang baik, seperti di bulan Maret 2018 ini. Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, resiko terburuk sudah dihitung, dan BOW sudah dieksekusi meski berakhir buruk. Penulis tetap membuat laporan pertanggung jawaban, karena apa pun hasil trading dalam sebulan, baik maupun buruk, penulis harus tetap mempertanggung jawabkannya, sebagai bahan evaluasi dan bahan pembelajaran penulis sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Maret 2018 ini.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 29-Mar-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan Maret 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Maret 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Maret 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Maret 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Maret 2018

Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan Maret 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 29-Mar-2018 (+9.82%) masih masuk 10 besar dalam rangking kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+18.99%).

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Maret 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan Maret 2018

Pada bulan Maret ini, penulis akhirnya finish di posisi 87 Monthly dari 91 orang yang kumpul raport. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis keluar dari “Premier League” dan menduduki peringkat 28 dari 91 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown -19.2% di bulan Maret ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) harus diganti dengan metode yang lebih konservatif, yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) harus benar-benar dihitung setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (TIDAK) disiplin dan (TIDAK) taat pada sistem saja, penulis langsung kena hukuman, kena drawdown -19.2% dalam sebulan, dan floating profit langsung berubah menjadi floating lose.

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Mei 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan April ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity FEB 2018 : 35.93% vs IHSG 3.79%

Hello Traders,

Bulan Februari 2018 ini penulis berhasil mempertahankan kinerja yang out performed terhadap kinerja IHSG pada bulan Januari lalu. Saham-saham second dan third liner masih sangat performed dibandingkan bluechips yang normal saja. Sampai tanggal 28 Februari, ada 40 open position yang penulis miliki, dan tentu saja posisi cash sudah habis, bahkan margin terpakai sampai -108% equity. Membuktikan “sadisnya” trigger buy untuk saham incaran penulis, kurang lebih hampir sama kondisinya dengan bulan Januari lalu.

Penulis menutup kinerja trading bulan Februari ini “out performed” yaitu sebesar +35.93% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG +3.79% dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Hal ini membuktikan bahwa Trend follower system sangat baik dalam kondisi market yang bullish seperti di awal tahun 2018 ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Februari 2018 ini.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 28-Feb-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs GS PRO Vs IHSG bulan Februari 2018

Berikut kinerja Monthly&YTD penulis vs IHSG per 28-Feb-18 :

Feb 2018 : My NAV (Equity) Vs IHSG

Bulan Februari  baru berjalan 9 (sembilan) hari, kinerja penulis sempat terseok-seok alias terkena drawdown (terendah -8.52% tanggal 9-Feb 2018), akibat beberapa emiten unggulan penulis terkena koreksi dari Mr.Market. Namun, hal ini sudah diantisipasi dengan money management yang penulis selalu terapkan sebelum entry suatu emiten. Alhasil, seiring dengan reboundnya emiten unggulan penulis, maka akhir Februari ditutup dengan kinerja equity penulis akhirnya outperformed / jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis +8.02% vs IHSG -0.14%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Februari 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Februari 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Februari 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Februari 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 28-Feb-2018 (35.93%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Simas Syariah Unggulan  (+22.95%) yang AUM-nya saja mencapai 75.63 Milyar Rupiah!

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO, yaitu penulis (+35.93%) vs GS PRO (+24.78%).  Berikut link data kinerja GS PRO bulan Februari 2018. Klik disini.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 28-Feb-2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentasi floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 28-Feb-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Februari 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan Februari 2018

Pada bulan Februari ini, penulis akhirnya finish di posisi 11 Monthly, naik 2 (dua) peringkat dibanding bulan Januari lalu. Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Premier League” untuk peringkat Year To Date (peringkat 7 YTD), naik 6 (enam) peringkat dibanding bulan Januari lalu. Thanks God….:-)

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan disiplin dan taat pada sistem saja, penulis bisa finish di posisi peringkat 7 “Premier League” dan menghasilkan profit konsisten selama tahun 2018 ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal April 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Maret ini.

Salam Profit Konsisten!