[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity APR 2018 : +21.05% vs IHSG -5.68%

Hello Traders,

Bulan April 2018 ini kinerja penulis out performed terhadap kinerja IHSG.  Setelah kasus BOW & kalkulasi nilai RPM (ikhlas rugi dalam sebulan) pada bulan Maret 2018 lalu, lihat disini, yang mengakibatkan kinerja penulis anjlok sampai -19.2% dalam sebulan. Bulan April 2018, penulis fokus pada system trading Trend Follower saja, serta mengurangi RPT (ikhlas rugi dalam satu kali entry buy) yaitu hanya 0.25% dari equity (modal), yang cukup sukses menyelamatkan equity penulis dari drawdown yang terjadi di pertengahan-akhir bulan April 2018 ini. Terbukti sampai minggu terakhir di bulan April 2018, saat IHSG mulai terkena drawdown yaitu 25-April 2018 kinerja penulis mampu survive sebesar +7.24% dibanding IHSG yang sudah mines -1.75%. Penulis menutup kinerja trading bulan April ini “out performed” yaitu sebesar +10.23% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -5.68% . Ternyata ada hikmah dibalik kejadian BOW&Kalkulasi RPM di bulan Maret lalu, yang bisa penulis perbaiki di bulan April ini. 

Dengan penulis setia pada sistem trading Trend follower dan TIDAK mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), serta mengurangi RPT, dan disiplin menjaga RPM, maka penulis selamat dari drawdown yang dialami sebagian besar trader di bulan April ini. 

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 30-April-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan April 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan April 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan April 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan April 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan April 2018

Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan April 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 30-April-2018 (+21.05%) sudah masuk 3 besar dalam rangking kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+28.43%).

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, sayang sekali penulis belum mendapat info kinerja GS-PRO bulan April 2018 ini.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 30-April-2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentase floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 30-April-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan April 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan April 2018

Setelah terhempas ke posisi 87 Monthly dari 91 orang yang kumpul raport bulan Maret 2018, penulis come back dan berhasil finish di posisi 9 klasemen bulan April 2018. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis kembali masuk ke “Premier League” dan menduduki peringkat ke-9 dari 89 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown cukup dalam di bulan Maret, yang telah diperbaiki di bulan April ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) telah diupdate dengan Trailing Stop (TS RPM), yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) saat IHSG mulai drawdown (pertengahan-akhir April 2018) dikecilkan menjadi 0.25%*equity untuk setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (KEMBALI) disiplin dan (KEMBALI) taat pada sistem saja, kinerja penulis langsung membaik menjadi  +10.23% dalam sebulan, dan kinerja YTD kembali kinclong sehingga penulis kembali masuk ke Premier League dan finish di posisi 9 klasemen YTD 😀

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Juni 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Mei ini.

Salam Profit Konsisten!

Advertisements

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity MAR 2018 : 9.82% vs IHSG -2.64%

Hello Traders,

Bulan Maret 2018 ini kinerja penulis under performed terhadap kinerja IHSG. Sampai tanggal 16-Maret, kinerja penulis sudah -6% dibanding IHSG -4.5%. Namun, saat penulis menerapkan sistem BOW (Buy on Weakness) pada beberapa saham bluechips yang sudah tertekan cukup dalam (-20% dalam 1 bulan terakhir), keadaan malah menjadi “blunder” dan mengakibatkan kinerja trading penulis bulan Maret 2018 terkena drawdown yang dalam yaitu -19.2% dibanding IHSG -6.2%. Disamping itu ada faktor kedua yang penulis kurang aware, yaitu mengenai Risk per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) yang sebesar 10% dari modal awal bulan, padahal posisi equity penulis awal bulan masih sempat floating profit yang lumayan.

Penulis menutup kinerja trading bulan Maret ini “under performed” yaitu sebesar -19.2% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -6.2% . Sebenarnya, jika penulis setia pada sistem trading Trend follower dan TIDAK mengeksekusi BOW (Buy on Weakness), maka drawdown yang dialami penulis tidak akan sedalam saat ini, yaitu -10% lose, namun YTD masih +29.52%. Trend Follower system terbukti cukup efektif dalam mengantisipasi kondisi market yang kurang baik, seperti di bulan Maret 2018 ini. Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, resiko terburuk sudah dihitung, dan BOW sudah dieksekusi meski berakhir buruk. Penulis tetap membuat laporan pertanggung jawaban, karena apa pun hasil trading dalam sebulan, baik maupun buruk, penulis harus tetap mempertanggung jawabkannya, sebagai bahan evaluasi dan bahan pembelajaran penulis sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Maret 2018 ini.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 29-Mar-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs IHSG bulan Maret 2018

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Maret 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Maret 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Maret 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Maret 2018

Kinerja My Equity Monthly vs IHSG bulan Maret 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 29-Mar-2018 (+9.82%) masih masuk 10 besar dalam rangking kinerja 20 besar Fund Manager Reksadana Saham terbaik. Fund Manager yang menduduki peringkat pertama adalah  Simas Syariah Unggulan  (+18.99%).

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Maret 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan Maret 2018

Pada bulan Maret ini, penulis akhirnya finish di posisi 87 Monthly dari 91 orang yang kumpul raport. Sedangkan untuk klasemen Year To Date, penulis keluar dari “Premier League” dan menduduki peringkat 28 dari 91 orang yang kumpul raport. Puji Tuhan 🙂

Ada 3 (tiga) pelajaran berharga yang penulis dapatkan dari pengalaman drawdown -19.2% di bulan Maret ini :

  1. Strategi Risk Per Month (Ikhlas Rugi dalam sebulan) harus diganti dengan metode yang lebih konservatif, yaitu perhitungannya dari NAV tertinggi, bukan dari modal awal.
  2. Disiplin menjalankan strategi RPM ini. Artinya jika posisi NAV sudah kena limit batas bawah yang diijinkan (misal 10%*NAV tertinggi), maka artinya sudah harus STOP BUY untuk bulan tersebut.
  3. Strategi Risk Per Trade (Ikhlas Rugi dalam setiap transaksi) harus benar-benar dihitung setiap kali akan entry buy.

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan (TIDAK) disiplin dan (TIDAK) taat pada sistem saja, penulis langsung kena hukuman, kena drawdown -19.2% dalam sebulan, dan floating profit langsung berubah menjadi floating lose.

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Mei 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan April ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity FEB 2018 : 35.93% vs IHSG 3.79%

Hello Traders,

Bulan Februari 2018 ini penulis berhasil mempertahankan kinerja yang out performed terhadap kinerja IHSG pada bulan Januari lalu. Saham-saham second dan third liner masih sangat performed dibandingkan bluechips yang normal saja. Sampai tanggal 28 Februari, ada 40 open position yang penulis miliki, dan tentu saja posisi cash sudah habis, bahkan margin terpakai sampai -108% equity. Membuktikan “sadisnya” trigger buy untuk saham incaran penulis, kurang lebih hampir sama kondisinya dengan bulan Januari lalu.

Penulis menutup kinerja trading bulan Februari ini “out performed” yaitu sebesar +35.93% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG +3.79% dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Hal ini membuktikan bahwa Trend follower system sangat baik dalam kondisi market yang bullish seperti di awal tahun 2018 ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Februari 2018 ini.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 28-Feb-2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs GS PRO Vs IHSG bulan Februari 2018

Berikut kinerja Monthly&YTD penulis vs IHSG per 28-Feb-18 :

Feb 2018 : My NAV (Equity) Vs IHSG

Bulan Februari  baru berjalan 9 (sembilan) hari, kinerja penulis sempat terseok-seok alias terkena drawdown (terendah -8.52% tanggal 9-Feb 2018), akibat beberapa emiten unggulan penulis terkena koreksi dari Mr.Market. Namun, hal ini sudah diantisipasi dengan money management yang penulis selalu terapkan sebelum entry suatu emiten. Alhasil, seiring dengan reboundnya emiten unggulan penulis, maka akhir Februari ditutup dengan kinerja equity penulis akhirnya outperformed / jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis +8.02% vs IHSG -0.14%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Februari 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Februari 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Februari 2018

Kinerja My Equity YTD vs IHSG s/d bulan Februari 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 28-Feb-2018 (35.93%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Simas Syariah Unggulan  (+22.95%) yang AUM-nya saja mencapai 75.63 Milyar Rupiah!

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO, yaitu penulis (+35.93%) vs GS PRO (+24.78%).  Berikut link data kinerja GS PRO bulan Februari 2018. Klik disini.

Apa saja saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio penulis?

Portfolio Penulis per tanggal 28-Feb-2018 (Top Gainers dan Top Losers)

Tabel di atas menunjukkan prosentasi floating profit maupun lose dari emiten-emiten yang penulis miliki sampai tanggal 28-Feb-2018. Dengan sistem trading Trend Follower, emiten-emiten yang berada dalam “trend terkuat” selalu berhasil penulis miliki. Ditambah dengan money management yang baik, membuat posisi yang penulis miliki di suatu emiten tidak sampai “nyangkut dalam”, melainkan resiko sudah dikalkulasi terlebih dahulu sebelum entry buy, sehingga kalaupun terpaksa “nyangkut”, maka posisi penulis adalah “nyangkut yang terukur”, wkwkwk….. Dan sudah terbukti, hanya sistem trading Trend Follower sajalah yang mampu secara konsisten mampu mengalahkan kinerja Mr.Market (IHSG) dan fund manager reksadana maupun mentor berbayar lainnya.

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Februari 2018

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League Year To Date (YTD) s/d bulan Februari 2018

Pada bulan Februari ini, penulis akhirnya finish di posisi 11 Monthly, naik 2 (dua) peringkat dibanding bulan Januari lalu. Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Premier League” untuk peringkat Year To Date (peringkat 7 YTD), naik 6 (enam) peringkat dibanding bulan Januari lalu. Thanks God….:-)

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan disiplin dan taat pada sistem saja, penulis bisa finish di posisi peringkat 7 “Premier League” dan menghasilkan profit konsisten selama tahun 2018 ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal April 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Maret ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity JAN 2018 : 25.83% vs IHSG 3.93%

Hello Traders,

Bulan Januari 2018 ini dibuka dengan kinerja penulis yang out performed terhadap kinerja IHSG, karena saham-saham second liner sangat performed dibandingkan bluechips yang normal saja. Sampai tanggal 31 Januari, ada 37 open position yang penulis miliki, dan tentu saja posisi cash sudah habis, bahkan margin terpakai sampai -42% equity. Membuktikan “sadisnya” trigger buy untuk saham incaran penulis, dibandingkan dengan kondisi di bulan Desember 2017 yang begitu sepi kayak kuburan, wkwkwk…

Penulis menutup kinerja trading bulan Januari ini “out performed” yaitu sebesar +25.83% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG +3.93% dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Hal ini membuktikan bahwa Trend follower system sangat baik dalam kondisi market yang bullish seperti di awal tahun 2018 ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Januari 2018 ini.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 31-Jan-2018 :

Jan 2018 : Stock Portfolio&My Equity Performance Table

Berikut kinerja Monthly&YTD penulis vs IHSG per 31-Jan-18 :

Jan 2018 : My NAV (Equity) Vs IHSG

Bulan Januari ini, kinerja equity penulis akhirnya outperformed / jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis 25.83% vs IHSG 3.93%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk Top 20 Reksadana saham dengan kinerja terbaik dan Top 3 Manajer Investasi (MI) Terbaik selama bulan Januari 2018:

Performa Top 20 Manajer Investasi (MI) Reksadana Saham (RDS) bulan Januari 2018

Performance Top 3 Manajer Investasi Terbaik di bulan Januari 2018

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 31-Jan-2018 (25.83%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Sam Indonesian Equity Fund  (17.57%) yang AUM-nya saja mencapai 1.44 Trilyun Rupiah!

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO secara tipis, yaitu penulis (+25.83%) vs GS PRO (+24.20%).  Berikut link data kinerja GS PRO bulan Januari 2018. Klik disini.

Berikut perbandingan antara kinerja penulis, GS PRO (Galeri Saham Pro) dan IHSG untuk bulana Januari 2018 :

Perbandingan Kinerja Penulis Vs GS PRO Vs IHSG bulan Januari 2018

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Klasemen/Raport Trading Class (TC) League bulan Januari 2018

Pada bulan Januari ini, penulis akhirnya finish di posisi 13 Monthly, seiring dengan persaingan di Liga TC yang makin ketat&keras! Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Premier League” untuk peringkat Year To Date (peringkat 13 YTD). Thanks God….:-)

Ada 7 (tujuh) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  2. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal
  5. Jenis Trailing Stop yang dipilih
  6. Jenis Account (Margin, Reguler, Syariah)
  7. Sistem Trading yang dijalankan

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan disiplin dan taat pada sistem saja, penulis bisa finish di posisi peringkat 13 “Premier League” dan menghasilkan profit konsisten selama tahun 2018 ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Maret 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Februari ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity DEC 2017 : 59.87% vs IHSG 20.02%

Hello Traders,

Bulan Desember 2017 ini ditutup dengan kinerja penulis yang under performed terhadap kinerja IHSG, karena saham-saham second liner stagnan dibandingkan bluechips yang performed. Hanya ada 1x transaksi buy yang penulis lakukan di bulan desember ini, yaitu RALS di tanggal 13-Des.  Dan di akhir tahun 2017, portfolio penulis hanya menyisakan 2 stock saja, yaitu MEDC dan PTRO. Membuktikan “sepinya” trigger buy untuk saham incaran penulis, dibandingkan dengan trigger buy di saham-saham bluechips yang lumayan banyak.

Penulis menutup kinerja trading bulan December ini “under performed” yaitu sebesar -0.47% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG +6.79% dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Namun, secara YTD kinerja penulis masih jauhhh mengungguli kinerja YTD IHSG, fund manager besar dan mentor berbayar, yaitu +59.87%.  Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan December 2017 dan YTD (Year to date) 2017.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 29-Dec-2017 :

DEC 2017 : Stock Portfolio&My Equity Performance Table

Berikut kinerja YTD penulis vs IHSG per 29-Dec-17 :

Kinerja My Equity YTD vs IHSG Tahun 2017

Bulan Desember ini, kinerja equity penulis akhirnya underperformed terhadap performa IHSG. Namun, secara YTD (Year-to-date) kinerja penulis masih jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis 59.87% vs IHSG 20.02%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk top 18 Reksadana saham dengan kinerja terbaik selama 12 bulan terakhir:

Performance Top 18 MI RD Saham_Desember 2017 (YTD)

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 29-Des-2017 (59.87%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Syailendra Dana Ekuitas Sejahtera  (31.97%) yang AUM-nya saja mencapai 2.09 Trilyun Rupiah! Sebagai perbandingan kinerja MI Syailendra bulan Desember 2017 +3.95% Vs kinerja penulis -0.47% 😦

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO sebesar 2x lebih, yaitu penulis (+59.87%) vs GS PRO (+28.74%).  Berikut link data kinerja GS-PRO bulan Desember 2017. Klik disini.

Berikut snapshot dari website GS (Galeri Saham) untuk kinerja Desember 2017 :

Kinerja GS PRO bulan Desember 2017 (YTD)

Berikut grafik kinerja equity penulis di bulan Desember 2017 vs IHSG :

My Equity vs IHSG Dec 2017 (Monthly)

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Raport TC Member Dec 2017 (Monthly)

Raport TC Member Full Year Dec 2017 (YTD)

Pada bulan Desember ini, penulis akhirnya finish di posisi 21 Monthly, seiring dengan persaingan di Liga TC yang makin ketat&keras! Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Liga Serie A” untuk peringkat Year To Date (peringkat 9 YTD). Thanks God….:-)

Ada 6 (enam) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Gatal tangan atau tidak
  2. Kepala batu atau tidak
  3. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  4. Risk Per Month (RPM) yang sanggup diterima
  5. Average Up atau Tidak Average Up
  6. Rajin input Trading Jurnal

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena sudah terbukti, dengan disiplin dan taat pada sistem saja, penulis bisa finish di posisi peringkat 9 “Serie A” dan menghasilkan profit konsisten selama tahun 2017 ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Februari 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Januari ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity NOV 2017 : 60.63% vs IHSG 12.39%

Hello Traders,

Bulan November 2017 ini menjadi salah satu bulan yang akan dikenang penulis dalam dunia bisnis “trading”. Setelah kinerja penulis selama 3 bulan berturut-turut (Agustus-September-October 2017) yang “ciamik” berhasil mengalahkan kinerja bulanan IHSG , maka di awal bulan November, Mr. Market akhirnya memberikan pelajaran, sebut saja “nRimo disaster”.  Bagaimana dan apa itu “nRimo disaster” telah dijelaskan dengan gamblang sekali oleh mentor saya, ko Hadi Jie, di blog pribadinya. Klik disini.

Singkat cerita, bulan November baru berjalan 6 (enam) hari bursa yaitu tanggal 08-November 2017, berikut penampakan portfolio penulis setelah kejadian “nRimo disaster”  08-11-17 :

Kinerja My Equity, after nRimo Disaster, 08-11-17

Berikut kinerja YTD penulis setelah kejadian “nRimo disaster” 08-11-17 :

Kinerja My Equity YTD vs IHSG after nRimo disaster, 08-11-17

Yes, equity penulis setelah kejadian “nRimo disaster” 08-11-17 memang terkena guncangan/turbulance sebesar -3.77%, namun kinerja YTD penulis masih kokoh mengungguli IHSG yaitu sebesar +63.82%.  Hal ini membuktikan bahwa kinerja portfolio seorang trendfollower trader masih belum dapat dihentikan (baca : The unstoppable Trendfollower style) bahkan dengan cara2 “brutal” seperti RIMO di atas tadi!

Singkat cerita, akhirnya penulis menutup kinerja trading bulan November ini “under performed” yaitu sebesar -5.64% dibanding dengan kinerja bulanan IHSG -0.90% dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Namun, secara YTD kinerja penulis masih jauhhh mengungguli kinerja YTD IHSG, fund manager besar dan mentor berbayar, yaitu +60.63%.  Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan November 2017 dan YTD (Year to date) 2017.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 30-Nov-2017 :

NOV 2017 : Stock Portfolio&My Equity Performance Table

Bulan November ini, kinerja equity penulis akhirnya underperformed terhadap performa IHSG. Namun, secara YTD (Year-to-date) kinerja penulis masih jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis 60.63% vs IHSG 12.39%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk top 18 Reksadana saham dengan kinerja terbaik selama 11 bulan terakhir:

Performance Top 18 MI RD Saham_November 2017 (YTD)

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 30-Nov-2017 (60.63%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Syailendra Dana Ekuitas Sejahtera  (24.59%) yang AUM-nya saja mencapai 2.09 Trilyun Rupiah! Sebagai perbandingan kinerja MI Syailendra bulan November 2017 +0.73% Vs kinerja penulis -5.64% 😦

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO sebesar 2x lebih, yaitu penulis (+60.63%) vs GS PRO (+27.91%).  Berikut link data kinerja GS-PRO bulan November 2017. Klik disini.

Berikut snapshot dari website GS (Galeri Saham) untuk kinerja November 2017 :

Kinerja GS PRO bulan November 2017 (YTD)

Berikut grafik kinerja equity penulis di bulan November 2017 vs IHSG :

My Equity vs IHSG Nov 2017 (YTD)

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Raport TC Member Nov 2017 (Monthly)

Raport TC Member Nov 2017 (YTD)

Pada bulan November ini, penulis akhirnya “terlempar” ke peringkat 31 Monthly akibat kejadian “nRimo disaster”, seiring dengan persaingan di Liga TC yang makin ketat&keras! Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Liga Serie A” untuk peringkat Year To Date (peringkat 9 YTD). Thanks God….:-)

Ada 4 (empat) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Gatal tangan atau tidak
  2. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena mungkin saja dan sudah terbukti, penulis pernah degradasi ke “Serie B”, dalam kompetisi Liga TC (Trading Class) yang super ketat ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, yang sudah “naik kelas” menjadi seorang “full time trader”, yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Januari 2018, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Desember ini.

Salam Profit Konsisten!

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity OCT 2017 : 70.24% vs IHSG 13.41%

Hello Traders,

Bulan Oktober ini kembali menjadi salah satu bulan yang ijo royo2, alias “Oktober Ceria” , karena growth equity penulis bulanan kembali tembus double digit dan growth equity YTD tembus target penulis yaitu diatas 50% YTD!  Equity penulis kembali highly performed selama bulan Oktober ini dibanding dengan kinerja IHSG dan beberapa Manajer Investasi (MI) serta mentor berbayar. Untuk lebih jelasnya, mari kita kupas bersama kinerja equity sepanjang bulan Oktober 2017 dan YTD (Year to date) 2017.

Berikut portfolio dan kinerja ekuitas penulis per 31-Okt-2017 :

OCT 2017 : Stock Portfolio&My Equity Performance Table

Bulan Oktober ini, kinerja equity penulis kembali bisa mengalahkan/beat performa IHSG. Kemudian, secara YTD (Year-to-date) kinerja penulis masih jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis 70.24% vs IHSG 13.41%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk top 3 Reksadana saham dengan kinerja terbaik selama 10 bulan terakhir:

Performance Top 3 MI RD Saham_Oktober 2017 (YTD)

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 31-Oct-2017 (70.24%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Sucorinvest Equity Fund  (23.65%) yang AUM-nya saja mencapai 395 Milyard Rupiah! Sebagai perbandingan kinerja MI Sucorinfest bulan Oktober 2017 +2.15% Vs kinerja penulis +12.54%. Yeayyy…:-D

Top 10 RD Saham_311017

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, penulis secara konsisten berhasil mengalahkan kinerja GS PRO sebesar 2x lebih, yaitu penulis (+70.24%) vs GS PRO (+24.62%).  Berikut link data kinerja GS-PRO bulan October 2017. Klik disini.

Berikut snapshot dari website GS (Galeri Saham) untuk kinerja Oktober 2017 :

Kinerja GS PRO bulan October 2017 (YTD)

Berikut grafik kinerja equity penulis di bulan Oktober 2017 vs IHSG :

My Equity vs IHSG Oct 2017 (YTD)

Berikut kinerja rekan2 sesama trader dari padepokan TC (Trading Class) :

Raport TC Member Oct 2017 (Monthly)

Raport TC Member Oct 2017 (YTD)

Pada bulan Oktober ini, penulis akhirnya “merangsek naik” ke peringkat 7 Monthly, seiring dengan persaingan di Liga TC yang makin ketat&keras! Beruntung, untuk klasemen Year To Date, penulis masih masuk klasemen “Liga Serie A” untuk peringkat Year To Date (peringkat 9 YTD). Thanks God….:-)

Ada 4 (empat) kunci penting dalam hal trading di TC :

  1. Gatal tangan atau tidak
  2. Disiplin menggunakan Money Management (pakai RPT/Risk per Trade atau Bagi Porsi)
  3. Average Up atau Tidak Average Up
  4. Rajin input Trading Jurnal

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena mungkin saja dan sudah terbukti, penulis pernah degradasi ke “Serie B”, dalam kompetisi Liga TC (Trading Class) yang super ketat ini. Hehehe…

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, dari IPOT Balikpapan yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal Desember, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan November ini.

Salam Profit Konsisten!