[TRADING SAHAM] Trading tanpa lihat running trade, cukup 30 menit saja. Bagaimana mungkin?!

Hello Traders,

Sebagai seorang trader saham, berapa lama waktu yang anda habiskan untuk melakukan kegiatan trading/jual beli saham? Satu jam, dua jam, tiga jam, atau sepanjang market buka?

Well, awalnya ketika kenal dengan dunia jual beli saham, saya juga berpikir trading itu ya harus melototin running trade  dari mulai market buka s/d market tutup.

Lha, kalu saya profesi utamanya memang sebagai trader (trading for living), ya wajar aja, kalau saya masih berstatus sebagai karyawan alias buruh, jelas kewajiban utama saya adalah untuk bekerja dan bukan malah trading.

Trus, gimana caranya trading tanpa lihat running trade ?! Nggak afdol donk…

Nah, justru inilah seninya. Ketika banyak mentor saham mengajarkan bahwa trading itu harus melototin running trade, bahkan untuk ‘ke belakang’ pun nggak sempat. Mentor saham saya justru mengajarkan bahwa sistem trading yang simple itu malah bisa dilakukan dengan cepat dan akurat, tanpa perlu melihat running trade bahkan di jam market open. Untuk pemula perlu waktu sekitar 60 menit, kalau sudah cukup jam terbang, cukup 30 menit saja. Hah…30 menit?!!! Lha, bagaimana ceritanya?!

Baiklah, akan saya jelaskan kehidupan sehari-hari seorang trader seperti penulis tanpa perlu melihat running trade di jam market open, mulai dari yang masih newbie yaitu 60 menit yakkk….:

Metode yang diajarkan oleh mentor saya ada adalah CIA. Hmmm….Central Intellegence Agency?! Bukan….itu mah punya mamarika. CIA disini, maksudnya adalah CATAT, INPUT, ATM!!! Paham ora son?!

  • CATAT = 15 menit. Catat disini maksudnya adalah mencatat hasil screening berdasarkan sistem trading yang sudah penulis kuasai. Contohnya seperti di snapshot berikut :

Catat hasil scereening saham

  • INPUT = 15 menit. Input disini maksudnya adalah mengisi (menginput) hasil catatan ke dalam trading plan (rencana trading).  Contohnya seperti di snapshot berikut :

Input hasil screening ke trading plan

  • ATM (Automatic Trading System) = 30 menit. Nah sekuritas yang penulis gunakan saat ini memungkinkan memasukkan 3 jenis order sekaligus, yaitu order beli, jual karena stop lose, maupun jual karena take profit. Hebat bukan ?! Berikut contoh2 snapshot ATM nya :

ATM Order Buy

ATM Order Sell karena Stop Lose

ATM Order Sell karena Take Profit

Piye son?! Gampang toh….

Setelah itu penulis bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang karyawan, tanpa perlu khawatir apakah order buynya dapat barang atau nggak, gimana kalau saham yang dipegang kena stop lose, atau kalau saham yang dipegang akan dijual karena sudah untung (take profit).

Intinya sih sebenarnya, dengan adanya sistem trading yang sederhana, ditambah metode CIA (Catat Input ATM) seperti di atas, kegiatan jual beli saham tidak harus melulu melototin running trade seperti kebanyakan orang.

Bahkan ketika jam terbang sudah cukup banyak seperti saat ini, penulis cukup menyisihkan waktu 30 menit saja untuk melakukan kegiatan dagang saham ini (Catat Input ATM).

Well, bagaimana dengan Anda?!

Salam profit konsisten!

 

[TRADING SAHAM] Kinerja My Equity April 2017 : 26.21% vs IHSG 7.35%

Hello Traders,

Setelah sekian lama vakum nge-blog, saya kembali start menulis. Kali ini masih tentang materi trading saham, yaitu tentang kinerja equity sepanjang bulan April 2017 dan YTD (Year to date) 2017.

Berikut kinerja ekuitas penulis per 28-April-2017 :

My Equity vs IHSG_April 2017

Dari tabel di atas, kinerja penulis di 3 bulan pertama 2017 secara konsisten bisa mengalahkan market (IHSG). Namun, di bulan April ini, kinerja penulis underperformed terhadap performa IHSG. Secara YTD (Year-to-date) kinerja penulis masih jauh di atas performa IHSG, yaitu penulis 26.21% vs IHSG 7.35%.

“Bagaimana posisi kinerja penulis ini jika dibandingkan dengan level MI (Manajer Investasi) atau website/mentor berbayar?”

Berikut data yang penulis dapatkan dari website Indopremier sekuritas untuk top 3 Reksadana saham dengan kinerja terbaik selama 4 bulan terakhir:

Performance Top 3 RD Saham & IHSG April 2017

Ternyata posisi kinerja ekuitas penulis YTD per 28-April-2017 (26.21%) masih lebih tinggi dengan MI (Manajer Investasi) sekelas Sucorinvest Maxi (20.01%) yang AUM-nya saja mencapai 131 Milyard Rupiah! Yeayyy…:-D

Kemudian untuk perbandingan kinerja penulis dengan website/mentor berbayar misal Galeri Saham (GS PRO) yang biasanya memungut fee langganan bulanan/tahunan untuk membernya, berikut perbandingan kinerja penulis (26.21%) vs GS PRO (17.09%). Berikut link datanya, klik disini. Yeahhh….:-D

Berikut snapshot dari website GS (Galeri Saham) untuk kinerja April 2017 :

GS Pro vs IHSG April 2017

Trus kalau ditanya, apa yang membuat kinerja penulis begitu ciamik 4 bulan terakhir? Mau tau apa mau tau banget…??? Hehehe….

Pertanyaan seharusnya bukan cuma apa, tapi bagaimana, HOW?!

Dan, jawabannya ada di MINDSET! Ya, mengubah MINDSET!

Setiap mentor/trainer saham pasti punya jurus/analisa/primbon/stockpick andalan, namun bisakah menghasilkan kinerja client yang profit konsisten dari bulan ke bulan, tahun ke tahun?

Untuk menghasilkan kinerja ekuitas yang konsisten profit, ternyata setelah dijalani itu SEDERHANA (bukan RM Padang loh ya….). Untuk level penulis yang masih masuk kategori newbie ini, implementasi SEDERHANA ini diwujudkan dalam 3 point singkat :

  1. Perubahan MINDSET
  2. Disiplin MONEY MANAGEMENT
  3. Konsisten PROFIT

Dan berikut hasil yang diperoleh setelah “sang kepompong newbie” berubah menjadi “fearless trader”. WOW….LUAR BIASA bukan!

My Equity vs IHSG YTD April 2017

Kalau di “lapak sebelah” pamer porto, boleh donk di lapak saya juga kasih clue dikit top 15 porto 😀

Top 15 Porto_28 April 2017

Ada peribahasa berbunyi, “Di atas langit masih ada langit”. Ini untuk memotivasi penulis agar selalu mau belajar dan meningkatkan performa equitynya. Karena ternyata, di atas penulis masih banyak yang lebih master2 lagi….salah satu contohnya beliau2 yang tergabung dalam satu padepokan bersama penulis ini. Berikut snapshotnya :

Kinerja TC Serie A_YTD April 2017

Ini yang membuat penulis harus senantiasa memperlakukan TRADING sebagai BISNIS. Karena dengan begitu, penulis diingatkan bahwa dana yang dikelola ini bukan sekedar “mainan” atau untuk “fun” saja, melainkan harus “profit konsisten”. Karena bukan tidak mungkin, penulis degradasi ke “Serie B”, dalam kompetisi Liga TC (Trading Class) yang super ketat ini :

Kinerja TC Serie B_YTD April 2017

Special thanks untuk mentor penulis, Bapak Hadi Jie, dari IPOT Balikpapan yang memberi kail dan bukan umpan, memberi sistem dan bukan stockpick. 

Okey, sampai ketemu awal juni, untuk pertanggungjawaban kinerja trading selama bulan Mei ini.

Salam Profit Konsisten!

[BELAJAR SAHAM] ANALISA FUNDAMENTAL

Dear Blogger,

Saya pernah buat summary analisa fundamental dari e-book nya teguh hidayat, klik disini.

Filenya saya share di google drive, download disini ya.

Untuk Laporan Keuangan masing-masing emiten, bisa langsung di download di website BEI disini.

Selamat Belajar & Salam Profit!

[BELAJAR SAHAM] ANALISA TEKNIKAL SAHAM PILIHAN DI MINGGU KE-5 SEP 2015

Dear Blogger,

Selain analisa fundamental, salah satu skill yg wajib dikuasai oleh investor&trader adalah analisa teknikal.
Hal ini penting, karena pergerakan harga di pasar saham meski tidak bisa diprediksi, namun pula trend/pola tertentu.
Untuk trader, biasanya yg dicari adalah trend naik/bullish, krn trader mencari momentum
Untuk investor. biasanya yg dicari adalah trend turun/bearish, krn investor mencari diskonan.
Salah satu analisa teknikal yg penting adalah : TREND LINE, SUPPORT dan RESISTANCE,
Ada byk manual di internet, googling aja, ini salah satunya :
Setelah bs menentukan TREND LINE, SUPPORT & RESISTANCE, maka kita bisa menentukan di harga berapa kita akan entry buy?
Jujur saja, saya hanya menggunakan ilmu dasar analisa teknikal yaitu, trend line, support & resistance. Prinsip saya, kalau analisa untuk investasi bisa dilakukan dengan metode sederhana, kenapa harus report2 pake metode yang rumit dengan banyak indikator?
KISS = Keep It Simple, Stupid!
Ini analisa teknikal yang saya buat dari weekly chart yang ada di IPOT.
Ada 7 chart yaitu IHSG, BBRI, ICBP, KLBF, ROTI, SIDO, UNVR.
Kenapa pakai weekly chart? Karena time-frame investasi saya adalah jangka menengah (lebih dari 3 thn) dari chart yg cukup representative untuk tujuan investasi saya adalah weekly chart.
Disclaimer : ON ya…:-)
Kenapa saya memilih emiten2 tsb?
Baca lagi artikel saya disini.
Langsung saja ya :
1. IHSG 
Trend line : Bearish (Down trend)
Support-1 : 4072
Support-2 : 3838
Buat yang doyan invest di reksadana saham, sabarrr ya…tunggu konfirmasi IHSG break support di 4000an 🙂
Ini snapshotnya :
IHSG_weekly chart_20150925

IHSG_weekly chart_20150925

2. BBRI
Trend line : Bearish (Down trend)
Support-1 : 8000
Support-2 : 7000
Support-3 : 6200
Buat yang mau invest ke BBRI, bisa mulai nyicil di bawah harga 8000.
Secara fundamental, kinerja BBRI bisa dicek di STOCK FOCUS. Sekalian bisa dicek valuasi saham BBRI ini, yaitu PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio).
Ini snapshotnya :
BBRI_weekly chart_20150925

BBRI_weekly chart_20150925

3. ICBP
Trend line : Bearish (Down trend)
Support-1 : 11000
Support-2 : 9600
Support-3 : 8700
Buat yang mau invest ke ICBP, bisa mulai nyicil di bawah harga 11000.
Secara fundamental, kinerja ICBP bisa dicek di STOCK FOCUS. Sekalian bisa dicek valuasi saham ICBP ini, yaitu PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio).
Ini snapshotnya :
ICBP_weekly chart_20150925

ICBP_weekly chart_20150925

4. KLBF
Trend line : Bearish (Down trend)
Support-1 : 1370
Support-2 : 1250
Support-3 : 1160
Buat yang mau invest ke KLBF, bisa mulai nyicil di bawah harga 1300. FYI, harga penutupan KLBF tgl 25-Sep-2015 adalah 1370 (on-support)
Secara fundamental, kinerja KLBF bisa dicek di STOCK FOCUS. Sekalian bisa dicek valuasi saham KLBF ini, yaitu PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio).
Ini snapshotnya :
KLBF_weekly chart_20150925

KLBF_weekly chart_20150925

5. SIDO
Trend line : Bearish (Down trend)
Support-1 : 420
Buat yang mau invest ke SIDO, bisa mulai nyicil di bawah harga 420.
Secara fundamental, kinerja SIDO bisa dicek di STOCK FOCUS. Sekalian bisa dicek valuasi saham SIDO ini, yaitu PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio).
Ini snapshotnya :
SIDO_weekly chart_20150925

SIDO_weekly chart_20150925

6. ROTI
Trend line : Sideways (Konsolidasi)
Support-1 : 1000
Support-2 : 920
Buat yang mau invest ke ROTI, bisa mulai nyicil di bawah harga 1000.
Secara fundamental, kinerja ROTI bisa dicek di STOCK FOCUS. Sekalian bisa dicek valuasi saham ROTI ini, yaitu PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio).
Ini snapshotnya :
ROTI_weekly chart_20150925

ROTI_weekly chart_20150925

7. UNVR
Trend line : Sideways (Konsolidasi)
Support-1 : 32000
Support-2 : 28000
Support-3 : 25000
Buat yang mau invest ke UNVR, bisa mulai nyicil di bawah harga 32000.
Secara fundamental, kinerja UNVR bisa dicek di STOCK FOCUS. Sekalian bisa dicek valuasi saham UNVR ini, yaitu PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earning Ratio).
Ini snapshotnya :
UNVR_weekly chart_20150925

UNVR_weekly chart_20150925

Summary saham pilihan di minggu ke-5 Sep 2015 :
TA Saham pilihanku

TA Saham pilihanku week-5 Sep 2015

Perlu dicatat bahwa garis support & resistance yang diperoleh dari weekly chart ini harus digabungkan dengan daily chart untuk menentukan di level harga berapa kita akan masuk (entry buy). Prinsip penarikan garis trendline, support & resistance untuk daily chart sama saja dengan yang telah saya lakukan pada weekly chart.

Pesan yang ingin saya share adalah, jika Anda benar2 tahu apa yang Anda lakukan, jelas tujuan awal investasi Anda, jelas cara Anda menganalisanya, maka yakinlah bahwa Anda bisa menganalisa sendiri! Serta Anda mampu menentukan instrument (atau saham) apa yang akan Anda beli, berapa banyak, dan untuk berapa lama Anda berinvestasi.

Semoga bermanfaat.

Salam Profit,

Anton Brutus

N.B : Disclaimer ON untuk semua analisa diatas ya….

 

[INVESTASI SAHAM] Mudahnya Investasi dengan IPOT

Dear Blogger,

Kali ini saya akan share tentang pilihan investasi saya di pasar modal dengan instrument SAHAM.
Dengan kondisi ekonomi yang kurang kondusif saat ini, maybe Anda akan tanya ke saya, apa masih ada saham yg layak dipilih?
Mengapa pilihan saham saya sangat konservatif (1 banking & 4 consumer goods)?
Gimana cara screening saham2 nya itu?
Gimana cara nentuin level entry buy dr charting (weekly & daily)?
Berikut fitur2 yg paling sering saya pakai di aplikasi IPOT (Indopremier sekuritas) :
1. ANALISA FUNDAMENTAL
A. STOCK SCREENER
Bisa diakses di Market Analysis>Stock Screener
Parameter yg aku masukin simple aja,
Market Cap >= 5,000 B
Anl Net Profit >= 100 B
Anl ROE >= 15%
Nah, dari 500an emiten yg ada di BEI, yg masuk screening pertama cuma 16 saham aja. Trus tinggal saya sorting berdasarkan net profit yg paling gedhe-kecil sbb (klik gambar untuk memperbesar):
IPOT Stock Screener

IPOT Stock Screener

 Nah, dr 3 emiten bank yg masuk screening awal, yg terbaik adalah BBRI, so saya pilih BBRI masuk dlm daftar belanjaan.
Trus, dr 4 emiten consumer goods yg masuk screening awal (HMSP, UNVR, KLBF, ICBP, SIDO, ROTI), aku pilih 4 aja yaitu KLBF, ICBP, ROTI & SIDO. Why? Karena valuasi-nya masih lebih “murah” dibanding HMSP & UNVR.
Jadilah daftar belanjaan saya di Q2 2015 ini hanya ada 5 saham aja : BBRI, KLBF, ICBP, SIDO, ROTI.
B. STOCK FOCUS
Bisa diakses di : Securities Analysis>Stock Focus
Tinggal masukin kode emitennya aja, misal BBRI
Trus lihat kinerjanya (5 tahun terakhir)
Yg biasa aku perhatikan :
– Net profit : selalu naik setiap tahun (wajib hukumnya!)
– ROE >= 15%
– PBV & PER : untuk melihat valuasinya. Saham2 bluechips di BEI bisa dikatakan “murah” jika nilai PBV nya <= 2x & PER <= 10x (klik gambar untuk memperbesar)
IPOT Stock Focus

IPOT Stock Focus

 2. ANALISA TEKNIKAL
A. Weekly chart
Bisa diakses di : Market Analysis>Charting
Masukkan kode emiten, misal : BBRI
Pilih jenis chart : Weekly/daily
Pilih tipe chart : Candle stick
Pilih indicator yg akan digunakan :
Misal utk weekly chart saya pakai
EMA : 12, 25, 50
PMA : –
VMA : 15
– Tentukan trend saham itu skrg (bearish, bullish, sideways).
– Tentukan garis support & resistance
– Tentukan entry level yg diinginkan
Aku kasih 1 contoh aja ya, selanjutnya kalian bs analisa sendiri.
Misal : BBRI
Analisa teknikal dr weekly chart :
– Trend skrg : Bearish
– Support1 : 8000
– Support2 : 7000
– Entry level : <= 8000
BBRI Weekly Chart Sep 2015

BBRI Weekly Chart Sep 2015

  Saham : BBRI
Analisa teknikal dr daily chart :
– Trend skrg : Bearish
– Support1 : 8000
– Resistance1 : 11,200
– Support2 : 7000
– Entry level : <= 8000
BBRI daily chart_20150925

BBRI daily chart_20150925

 3. Buy Order using GTC (Good Till Cancel) 
Atas saran dari pak Hadi (IPOT Cab.Balikpapan) cek disini, saya tambahkan isi blog ini dengan salah satu menu spesial yang ada di aplikasi IPOT, yaitu GTC (Good Till Cancel). Intinya adalah saya ingin orderan saya terinput otomatis setiap hari, tanpa saya perlu capek2 ketik/input order manual setiap harinya. Fasilitas ini berlaku selama 30 hari.
Misal :
Saham yg diinginkan : BBRI
Entry buy di harga 7850
Cukup masuk ke menu ORDER>BUY kemudian pilih saham yang ingin dibeli, jumlah lot, dan pada bagian LiveTime pilih GTC kemudian masukkan tanggal 30 hari kemudian. Tekan OK, done.
Ini snap shotnya :
GTC_BBRI

GTC_BBRI

Kemudian klik OK utk konfirmasi orderan kita. Done. So simple, yeah?!

GTC_BBRI_2

GTC_BBRI_2

 4. IPOTATM for entry order
Nah, kalau sudah tau pengen beli saham apa, di harga berapa, tinggal masukkan orderan saham kita lewat fitur IPOTATM, biar nggak repot2 harus mantengin layar laptop tiap hari & order otomatis tersimpan dlm sistem selama 30 hari, dan otomatis akan tereksekusi apabila syarat yg kita masukkan terpenuhi.
Misal :
Saham yg diinginkan : BBRI
Entry level : <= 8000
Masuk ke logo IPOTATM, pilih NEW TASK
STEP 1. CONDITIONS
Pilih : PRICE CONDITION
Stock to watch : BBRI
Compare Last Price <= 8000
Condition valid until : (pilih) 25-Oct-2015
Step 2. ACTION
Stock : BBRI
Limit Order :
Pilih : BEST OFFER PRICE
Qty : Isi brp lot yg mau dibeli
Notif : Messaging, Email, SMS
SAVE TASK
IPOTATM_BBRI

IPOTATM_BBRI

Sistem IPOTATM akan nanya, apakah yakin mau masukin order saham BBRI di harga 8000?
Klo iya, pilih OK.
Trus tinggal duduk manis aja, nggak perlu mantengin monitor trading tiap hari, klo kondisi terpenuhi, orderan kita akan dijalankan secara otomatis oleh sistem.
Paling kita hrs pastikan, klo jangka waktu 1 bulan sudah habis & orderan kita blm juga dijalankan (ter-fired), maka kita perlu membuat orderan baru lagi.
IPOTATM_BBRI_2

IPOTATM_BBRI_2

 OK, begitulah rutinitas yang saya lakukan selama ini sebagai seborang investor. Saya lebih banyak menganalisa daripada buka aplikasi online trading.
Karena analisa jauh lebih penting daripada trading itu sendiri.
Semoga Anda bisa menganalisa sendiri & tidak tergantung dari hasil analisa orang lain (termasuk saya loh ya).
Salam CUAN,
Anton Brutus
Note : Utk ilustrasi saham BBRI di atas maupun saham2 yg lain, Disclaimer still “ON” loh ya, hehehe….:-D

[SPIRITUALITAS] Agama yang Paling Baik di Dunia

Dalam sebuah wawancara dengan seorang tokoh renovator teologi pembebasan Amerika Latin asal Basil, Leonardo Boff, tokoh spiritual Budha dan pemenang nobel perdamaian serta penulis banyak buku, Dalai Lama, ditanya tentang “agama apa yg terbaik di dunia ini?”

Dalai Lama, tokoh spiritualitas Tibet

Dalai Lama, tokoh spiritualitas Tibet

Pertanyaan itu disampaikan Leonardo dalam sesi reses pada sebuah diskusi tentang agama dan kebebasan. Dan dengan sadar, pertanyaan agak nakal disampaikan Leonardo. “Saya kira dia akan menjawab, tentu saja Budha dari Tibet atau agama-agama timur yang usianya lebih tua dari Kristianitas,” pikir Leonardo.

Mendengar pertanyaan itu, Dalai Lama berhenti sejenak sambil tersenyum, menatap langsung ke mata Boff dan secara mengejutkan menjawab pertanyaan-pertanyaan sambil tersenyum, “Agama terbaik adalah yang lebih mendekatkan Anda pada Cinta (TUHAN), yaitu agama yang membuat Anda menjadi orang yang lebih baik.”

Sambil menutupi rasa malu, Boff yang merasa bahwa pertanyaan itu cukup nakal bertanya lagi, “Apakah tanda agama yang membuat kita menjadi lebih baik?”

“Agama apa pun yang bisa membuat Anda Lebih welas asih, lebih berpikiran sehat, lebih objektif dan adil, lebih menyayangi, lebih manusiawi, lebih punya rasa tanggungjawab, lebih beretika, agama yang punya kualitas seperti yang saya sebut adalah agama terbaik,” ujar Dalai Lama.

Leonardo Boff terdiam sejenak dan terkagum-kagum atas jawaban Dalai Lama yang bijaksana dan tidak dapat dibantah.

Selanjutnya, Dalai Lama berkata, “Kawan, tak penting bagi saya apa agamamu, tak peduli Anda beragama atau tidak.Yang betul-betul penting bagi saya adalah perilaku Anda di depan kawan-kawan Anda, di depan keluarga, lingkungan kerja, dan dunia.”

Dalai Lama melanjutkan, “Ingat, alam semesta akan menggaungkan apa yang sudah kita lakukan dan pikirkan. Hukum aksi dan reaksi tidak eksklusif hanya untuk ilmu fisika, melainkan juga untuk hubungan antarmanusia. Jika saya berbuat baik, akan menerima kebaikan. Jika saya jahat, maka saya pun akan mendapatkan keburukan yang sama.”

Menurut Dalai Lama, apa yang sudah disampaikan kakek moyang kita adalah kebenaran murni. “Anda akan mendapatkan apa saja yang Anda inginkan untuk orang lain. Dan menjadi bahagia bukanlah persoalan takdir, melainkan pilihan,” tegas Dalai Lama.

Akhirnya, Dalai Lama berkata,

Jagalah pikiranmu, karena akan menjadi perkataanmu
Jagalah perkataanmu, karena akan menjadi perbuatanmu
Jagalah perbuatanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu
Jagalah kebiasaanmu, karena akan membentuk karaktermu
Jagalah karaktermu, karena akan membentuk nasib/kammamu
Jadi nasib/kammamu berawal dari pikiranmu…

dan tidak ada agama yang lebih tinggi daripada kebenaran,”ujar sang guru.

[Investasi] What is a value investor ?

Dear Blogger,

Setelah sekian lama vacuum nge-blog, sekarang saya akan mulai sharing knowledge seputar investasi di sini. Bulan Maret yg lalu saya join seminar value investing dengan pembicara Teguh Hidayat (praktisi saham/value investor).

Materinya menarik, yang akan saya sharingkan di email ini (file power point & kalkulator value investing in excel).
Pertanyaan-nya adalah :
1. Apa itu value investing?
2. Mengapa saya tertarik dengan value investing?
Berdasarkan pengalaman berinvestasi dari periode 2007-2013, baik itu di emas, tanah, reksadana saham; saya berpendapat bahwa semua jenis kendaraan investasi harus disesuaikan dengan :
1. Tujuan Investasi
2. Jangka waktu investasi
3. Profil resiko investor
Mulai akhir 2013, saya belajar investasi di pasar modal langsung (saham). Dan setelah menentukan ketiga point diatas (Tujuan, jangka waktu, profil resiko) aku makin mantap untuk berinvestasi di pasar modal dengan kendaraan investasi SAHAM.
Apa itu value investing ? Value investing adalah metode investasi saham dengan tujuan pelipatgandaan asset, dengan cara membeli perusahaan yang secara fundamental sehat , bertumbuh terus dari tahun ke tahun, management yang jujur & dapat dipercaya, pada harga yang lebih rendah dari nilai wajarnya (under-value).
Syarat utama seorang value investor :
1. Harus mampu membaca laporan keuangan sebuah perusahaan & menentukan perusahaan ini sehat/tidak
2. Mampu menentukan management perusahaan ini dipimpin oleh orang2 yg jujur &dapat dipercaya atau tidak
3. Menentukan berapa nilai wajar perusahaan ini, apakah harga saham perusahaan ini under-value, wajar, atau over-value?
4. Mampu menggunakan analisa teknikal sederhana untuk menentukan kapan aku harus membeli/menjual saham tsb.
Mengapa saya memilih menjadi seorang value investor dan bukan trader? Well, jawabannya kembali ke 3 point utama sebelum menentukan kendaraan investasi (Tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan profil resiko). Karena ketiga point yg sudah saya tentukan lebih cocok dicapai jika menjadi seorang value investor, dan bukan trader, maka saya memutuskan memulai sebagai seorang value investor.
Sebagai bonus, saya sertakan contoh pilihan saham dan perhitungan apakah saham tsb under-value, wajar, atau over-value? Data diambil dari Laporan Keuangan perusahaan kuartal I (Q1) 2014 :
Value stocks

Value stocks

Berikut adalah buku2 yang recommended dibaca jikan ingin mulai berinvestasi di pasar modal (saham) :
1. Warren E. Buffet : The intelligent investor
2. Benjamin Graham : Security Analisis
3. Warren E. Buffet : Kumpulan Annual Letter 1957-1964
4. Smart Trader rich investors : The Baby Steps (Author : Ellen May) Penerbit : Gramedia; Link internet : https://gramediaonline.com/moreinfo.cfm?Product_ID=874893
5. Desmond Wira : Analisis Fundamental Saham
Berikut link website yang berguna :
1. Website Ellen May : http://www.ellen-may.com/v2/
2. Website Teguh Hidayat : http://www.teguhhidayat.com/
4. Website Yossy Girsang : http://www.yossygirsang.com/
5. Website Desmond Wira : http://juruscuan.com/
7. Blog Ngaturduit : http://blog.ngaturduit.com/
9. Website OJK (Otoritas Jasa Keuangan) : http://sikapiuangmu.ojk.go.id/id/
and still many more….just googling it guys!
Well, saya juga masih belajar, jadi jangan sungkan2 untuk sharing info & diskusi.
Best regards,
Anton